Feeds:
Posts
Comments

Testimoni Imu6


RULLY SAGITA
51 TAHUN
TASIKMALAYA
Masalah Kesehatan :
Alergi sinusitis, darah tinggi, kolesterol
Konsumsi IMU 6 : 2 x sehari (2 kapsul)
Lama Konsumsi :1 Bulan
Setelah Konsumsi:
– Kolesterol turun dari 400 mg/dl menjadi 156 mg/dl
– Darah tinggi turun dari 160/100 mmHG menjadi 140/90 mmHG
– Sesak nafas berkurang

UU SAEPUL KAMAL
38 TAHUN
TASIKMALAYA
Masalah Kesehatan :
Reumatik, asam urat, bengkak di kaki dan tidak dapat berjalan.
Konsumsi Imu6 :2 x sehari (2 kapsul)
Lama Konsumsi :3 Minggu
Setelah Konsumsi :
– Reumatik berangsur sembuh
– Bengkak dikaki sudah normal dan dapat berjalan kembali

EUIS HERMINAH
34 TAHUN
TASIKMALAYA
Masalah Kesehatan :
Badan tidak fit, tensi rendah, sakit pinggang selama 7 tahun sesudah operasi Caesar, sering pusing ketika bangun tidur
Konsumsi Imu6 : 2 x sehari (2 kapsul)
Lama Konsumsi : 10 Hari
Setelah Konsumsi:
– Kondisi tubuh membaik
Tidak lagi merasa pusing
– sakit pinggang menjadi hilang
– Tensi menjadi normal

JESICA REGINA
14 TH
TASIKMALAYA
Masalah Kesehatan :
Sering merasa lelah, buang air besar kurang lancer, sakit tenggorokan, ketika pagi hari sering berdahak.
Konsumsi Imu6 :2 x sehari (2 kapsul)
Lama Konsumsi :1 Minggu
Setalah Konsumsi:
– Tidak lagi sakit tenggorokan
Buang air besar menjadi lancar
– Konsentrasi baik dalam sekolah
– Tidak berdahak lagi ketika bangun pagi hari.
Advertisements

Para ahli fisik Ayurveda dan pemimpin spiritual telah menggunakan Colostrum untuk kesehatan fisik dan spiritualnya ebih dari 2000 tahun yang lalu.

Negara – negara Skandinavian  telah membuat “Puding Colostrum” siram madu sejak ratusan tahun yang lalu  utuk merayakan kelahiran anak sapi dan dalam keadaan sehat. Dan, sampai ditemukannya penisilin dan antibiotik yang lain, colostrum digunakan di USA sebagai antibiotik pada awalnya.

Tetapi hal ini tidak berlanjut sejak 20 tahun yang lalu ketia ahli medis Baran mulai mempelajari keunggulan colostrum untuk kesehatan. Sekarang, lebih dari 2000 ahli dan studi klinis mengenai colostrum telah dipublikasikan oleh banyak dokter dan peneliti medis kelas dunia.

Berikut ini adalah centoh pendapat para ahli:

1.      Dr. Donald Hendeson MD

“Ketika saya mendengar beberapa klaim tentang colostrum, saya  menentang mereka, sekarang, setelah melihat risetnya, dan melihat hasil yang didapat pasien saya, saya mempercayainya.”

2.      Nikki-Marie Welch, MD, Sedona, AZ Townsend Letter for Doctor & Patiens

“Colostrum sangat bermanfaat untuk saya secara personal dan dalam praktek saya. Saya meyakini colostrum sebagai alat bantu terapi yang sangat penting untuk semua pasien saya yang mengalami infeksi kronis, termasuk bakteri, virus, jamur… para pasien yang mendapatkan manfaat paling banyak dari suplemen nutrisi adalah mereka yang menderita sindrom kelelahan kronis, infeksi diare, sinusitis, dan Fibromyalgia.”

3.      Daniel S. Bricker, B.S.,

“Colostrum:Implications for Accelerated Recovery in Damaged Muscle and Cartilage, Prevention of Some Pathogenic Disease” The American Chiropractor

“Kandungan faktor pertumbuhan dalam colostrumlah yang betul – betul menarik untuk pasien dewasa. Faktor pertumbuhan yang terdapat dalam colostrum sangatlah banyak dan merupakan harapan besar unutk Bioteknologi”

4.      Zoltan Rona, M.D.

“Bovine Colostrum, Imunity and the Aging Process,” Nature’s Impact

“Individu yang betul – betul sehat dapat lebih sehat dengan colostrum hanya untuk menjaga vitalitas dan kesehatan mereka. Colostrum merangsang perkembangan otot dan meningkatkan ketahanan…. Colostrum juga membantu pembakaran lemak tubuh berlebihan (dan) bahkan mungkin bisa membantu membalikkan beberapa tanda – tanda penuaan.”

5.      Dr. E.L. palmer, Atlanta, GA Centre for Disease Control

“Colostrum sangat dikenal bahwa banyak sekali antivirus yang terkandung di dalamnya”

6.      Dr. Shortridge, et. al, Journal of Tropical Pediatrics

“Colostrum mengandung banyak inhibitor nonspesifik yang dapat menghambat penyakit pernafasan yang meluas, terutama virus – virus influenza. Colostrum sangat dipuji terutama karena sangat efektif melawan wabah virus – virus Flu Asia yang berpotensi menyebabkan kematian yang timbul dari mutasi hewan / manusia.”

7.      Dr. Olle Hernell, University of Ulmea, Sweden, Science

“Glikoprotein yang terkandung dalam bovine colostrum, menghambat perkembangan bakteri Helicobactor pylori yang menyebabkan tukak lambung. Colostrum mengandung sejumlah Interleukin-10 (zat pereda inflamasi sangat kuat) yang signifikan. Ditemukan bahwa colostrum sangat signifikan dalam mengurangi peradangan pada pembengkakan sendi dan bagian yanng cidera.”

8.      Dr. Michael Julius, mcGill University, Montral, Science News

“Colostrum dan ASI (manusia dan sapi) merangsang sistem imun bayi yang baru lahir, proteein- protein tidak teridentifikasi mempercepat kematangan B Lymphocytes (sejenis sel darah putih) dan memerintahkan mereka untuk memproduksi antibodi – antibodi.”

9.      Dr. L.B. khazenson, Microbial & Epidemial Immunobiology

“setelah melakukan studi dengan para sukarelawan ditemukan bahwa pertahanan aktivitas biologis dari IgG (immunoglobulin), pada sekresi pencernaan orang dewasa yang mengkonsumsi bovine colostrum menunjukkan imunisasi usus yang pasif untuk pencegahan dan perawatan penyakit usus yang akut.”

10.  New England Journal of Medicine

“Imunoglobulin dari bovine colostrum sangat efektif dalam mengurangi dan mencegah infeksi virus dan bakteri pada masalah defisiensi kekebalan: Bone Marrow Recipient, bayi prematur, AIDS, dll”

11.  Dr. Staroscik, et. al., Molecular Immunology

“PRP yang terkandung dalam bovine colostrum, memiliki kemampuan yang sama untuk mengatur aktivitas sistem imun dibandingkan dengan hormon – hormon kelenjar Tymus. PRP mengaktifkan sistem imun yang kurang aktif, membantu sistem imun untuk bertindak melawan organisme – organisme penyebab penyakit. PRP juga menekan sistem imun yang aktif berlebihan, seperti yang sering terlihat pada penyakit autoimun. PRP adalah anti inflamasi yang sangat kuat dan juga bertindak sebagai prekursor sel-T untuk memproduksi pembantu sel-T dan penekan sel-T

12.  Drs. Tokuyama and Tokuyama, Cancer Research Institute, Kanazawa University, Japan”

“Bovine colostrum mengandung TgF-B, yang memiliki efek peredam pada subtansi cytoxic (anti inflamasi). Menghambat perkembangan sel – sel osteosarcoma (cancer) pada manusia, sebesar 75%. Media fibrosis dan angiogenesis (penyembuhan otot jantung dan pembuluh darah), (Robert ét. Al., 1986) mempercepat penyembuhan luka (sporn . al., 1983) dan pembentukan tulang (Centrella et. al., 1987).”

13.  Dr. Sporn, et. al., Science

Faktor pertumbuhan bovine colostrum ditemukan sangat efektif untuk penyembuhan luka. Sangat direkomendasikan untuk luka trauma dan operasi. Aplikasi eksternal dan internal.”

14.  Drs. Seyedin, Thompson, Bents, et. al.; Journal of Biological Chemistry

“Tulang rawan menghasilkan Faktor-A, yang ditemukan dalam colostrum, merangsang perbaikian tulang rawan.”

15.  Pediatric Research (Vol 24, No. 1, pp 14-19)

“Pada colostrum ditemukan banyak sekali anti oksidan yang sangat kuat dan terbentuk secara alami.”

16.  Dr. Bernard Jensen, Ph.D Colostrum: Life’s First Food

Mengapa (colostrum) sangat penting: Karena mengandung sustansi yang menysdiakan kekebalan yang sifatnya sementara melawan penyakit dan rasa sakit hingga sistem kekebalan sang bayi “bangkit”. Colostrum mengandung substansi yang mematikan virus. Juga memulai pergerakan usus besar…. Merangsang pertumbuhan fisik dan mendukung banyak fungswi dalam tubuh. Seorang peneliti menemukan bahwa colostrum memicu sedikitnya 50 proses dan fungsi pada bayi yang baru lahir dan memberikan keuntungan – keuntungan jangka panjang, beberapa sampai seumur hidup. Akhir – akhir ini kami menemukan bahwa colostrum sangat membantu kesehatan orang dewasa.”

17.   “Studi klinis menunjukkan bahwa IgE (immunoglobulin), yang dietmukan dalam bovine colostrum, bertanggung jawab mengendalikan respon terhadap alergi.”

18.  Carl Hawkins, DC, Salt Lake City, UT

“Pengalaman saya dengan bovine colostrum sangat fenomenal ketika menghadapi kasus Fibromyalgia. Satu – satunya yang harus diperhatikan adalah sumber colostrum, tetapi sumber yang terbaik, akan memberikan keuntungan sayng luar biasa pada perawatan Fibromyalgia ketika yang lainnya tidak memberikan hasil. Dalam waktu 2 hingga 3 minggu, kelelahan mereka, otot, dan rasa sakit pada sendi, dan gejala lainnya hilang.”

19.  Dr. Stephen Hynes, ND, San Angelo, TX

“Saya memiliki banyak pasien yang menderita artritis, dan bovine colostrum digunakan untuk perawatan rematik, dan osteoartritis telah memberikan hasil yang luar biasa.”

20.  Zoltan Rona, M.D.

“Bovine Colostrum, Immunity, and the Aging Process,” Nature’s Impact

“(Ketika colostrum digunakan sebagai suplemen) kulit tampak lebih muda, usia dan bintik – bintik ”Liver” menghilang, meningkatkan massa dan kepadatan tulang, serta meningkatkan dan memulihkan kembali fungsi seksual.”

Sejarah Kolostrum

Sejarah Singkat Kolostrum

Ribuan tahun lampau – Penggunaan colostrum untuk penyembuhan penyakit & perawatan kesehatan telah ada sejak ribuan tahun yang lalu dimana para Tabib Hindu & Pujangga/ Pemuka di India (kaum Ayurvedic & Rishis) telah memanfaatkan colostrum untuk keperluan pengobatan sapi-sapi ternak sejak dahulu kala.

Abad lalu – Catatan sejarah seabad yang lalu telah memberikan pembuktian bahwa tingkatan antibodi (imunitas) dari susu awal sapi setelah proses kelahiran (Colostrum) jauh lebih tinggi daripada cairan susu biasa. Sejak saat itu diketahui bahwa kandungan-kandungan Antibodi dalam Colostrum memiliki berbagai macam kandungan bernilai yang dapat membantu peningkatan daya tahan tubuh.

Tahun 1920 – seorang ahli bernama Spolverini mengadvokasi agar Colostrum Bovine dimanfaatkan sebagai makanan Balita untuk melindungi dan menghindari berbagai macam penyakit yang dapat menyerang manusia ataupun sapi. Colostrum juga kelak merupakan unsur yang memiliki kandungan–kandungan bernilai yang menjadi contoh pengembangan obat-obatan dan antibiotik.

Albert Sabin adalah seorang dokter yang pertama menganjurkan pemakaian vaksinasi Polio dengan colostrum & memang pada kenyataan hal inilah yang mengisolasikan antibodi-antibodi anti-polio dari bovine colostrum.

Tahun 1963 – Campbell & Peterson adalah orang pertama yang mengembangkan sebuah program imunisasi sapi dengan formulasi campuran patogen-patogen yang telah dilemahkan disaat anak sapi dilahirkan. Unsur-unsur Colostrum yang dikumpulkan dari sapi-sapi tersebut disebut sebagai Colostrum yang Immune (kebal) atau Colostrum yang Hiper-Immune (hyperimmunised).

Pemakaian Susu Immune secara prophylatic & therapeutic telah menunjukkan keberhasilan didalam pencegahan dan penyembuhan infeksi-infeksi enteropatogenik bakteri E. Coli (Escherichia coli), rotavirus gastroenteritis pada balita, Cryptococcidiosis dan diare pada penyakit AIDS dan pasien-pasien immunodeficient, pembentukan dental caries, dan kondisi-kondisi lainnya. Pada semua kasus diatas, colostrum yang mengandung immunoglobulin diperoleh dari sapi-sapi yang telah mengalami hiper-imunisasi dari berbagai macam pathogen spesifik.

Tahun 1992 – Kummer adalah orang pertama yang menunjukkan bahwa colostrum dari sapi yang tidak diberi immunisasi dapat mencegah penyakit gastrointestinal pada balita.

Tahun 1998 – McConnell beserta beberapa koleganya yang berasal dari Otago University-Selandia Baru dan Gabungan Pengusaha Susu Selandia Baru (New Zealand Dairy Group) telah berhasil menunjukkan bahwa adanya kemungkinan menghasilkan colostrum dari sapi-sapi peternakan biasa (non hiper-imunisasi) yang menunjukkan adanya antibodi dalam jumlah besar setara dengan sapi-sapi yang telah mengalami hiper-imunisasi.

Animal Colostrum

Assertions that colostrum consumption is of human benefit are questionable because most ingredients undergo digestion in the adult stomach, including antibodies and all other proteins. But so do all whole foods that we consume.[citation needed]

Bovine colostrum and its components are safe for human consumption, except in the context of intolerance or allergy to lactose or other components. It shows promise in the treatment or prevention of a variety of disease states.

Roy Osborn et al. (2010)[citation needed] found colostrum to have positive effects in recovery and lean muscle production in elite athletes.

Bovine colostrum from pasture-fed cows contains immunoglobulins specific to many human pathogens, including Escherichia coli, Cryptosporidium parvum, Shigella flexneri, Salmonella, Staphylococcus, and rotavirus (which causes diarrhea in infants). Before the development of antibiotics, colostrum was the main source of immunoglobulins used to fight infections. In fact, when Albert Sabin made his first oral vaccine against polio, the immunoglobulin he used came from bovine colostrum. When antibiotics began to appear, interest in colostrum waned, but, now that antibiotic-resistant strains of pathogens have developed, interest is once again returning to natural alternatives to antibiotics, namely, colostrum.

Some athletes have used colostrum in an attempt to improve their performance decrease recovery time, and prevent sickness during peak performance levels. Research fails to show a conclusive effect of colostrum on lean body mass.

Low IGF-1 levels may be associated with dementia in the very elderly, although causation has not been established. People with eating disorders also have low levels of IGF-1 due to malnutrition, as do obese individuals. Supplementation with colostrum, which is rich in IGF-1, can be a useful part of a weight reduction program.[citation needed] Although IGF-1 is not absorbed intact by the body, it does stimulate the production of IGF-1 when taken as a supplement.
Colostrum also has antioxidant components, such as lactoferrin and hemopexin, which binds free heme in the body.

Human Colostrum

Newborns have very small digestive systems, and colostrum delivers its nutrients in a very concentrated low-volume form. It has a mild laxative effect, encouraging the passing of the baby’s first stool, which is called meconium. This clears excess bilirubin, a waste product of dead red blood cells, which is produced in large quantities at birth due to blood volume reduction, from the infant’s body and helps prevent jaundice. Colostrum is known to contain antibodies called immunoglobulins such as IgA, IgG, and IgM in mammals. IgA is absorbed through the intestinal epithelium, travels through the blood, and is secreted onto other Type 1 mucosal surfaces. These are the major components of the adaptive immune system. Other immune components of colostrum include the major components of the innate immune system, such as lactoferrin, lysozyme, lactoperoxidase, complement, and proline-rich polypeptides (PRP). A number of cytokines (small messenger peptides that control the functioning of the immune system) are found in colostrum as well, including interleukins, tumor necrosis factor, chemokines,  and others. Colostrum also contains a number of growth factors, such as insulin-like growth factors I, and II, transforming growth factors alpha, beta 1 and beta 2, fibroblast growth factors, epidermal growth factor, granulocyte-macrophage-stimulating growth factor, platelet-derived growth factor, vascular endothelial growth factor, and colony-stimulating factor-1.

Colostrum is very rich in proteins, vitamin A, and sodium chloride, but contains lower amounts of carbohydrates, lipids, and potassium than normal milk. The most pertinent bioactive components in colostrum are growth factors and antimicrobial factors. The antibodies in colostrum provide passive immunity, while growth factors stimulate the development of the gut. They are passed to the neonate and provide the first protection against pathogens.